“
Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat (tugas-tugas keagamaan) kepada
langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu
dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh
manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Qs. 33:72)
Dalam
Ayat di atas telah jelas bahwa Manusialah yang memikul amanat sebagai
kholifah dimuka bumi yaitu menjalankan
tugas-tugas keagamaan dengan menegakkan Dinulloh(Agama Allah) yang benar(Al-Haq). Pada awalnya Allah menawarkan tugas kholifah yaitu amanah yang amat urgen itu kepada
langit, tetapi langit menolaknya karna merasa tidak sanggup mengembannya.
Kemudian di tawarkan kepada bumi, bumipun menolaknya. dan ditawarkan kepada
gunung, gunungpun tidak menyanggupinya. Ketika itu hanya manusialah yang
menyanggupi amanah yang Allah tawarkan, Sehingga Allah mempercayakan amanahnya
kepada manusia.
Manusia
sebagai makhluk yang terdiri dari rukh dan jasad yang dimuliakan Allah dengan
tugas ibadah dan kedudukan sebagai kholifah dimuka bumi memiliki potensi
kelebihan yang Allah berikan di bandingkan dengan makhluk lainnya, yaitu manusia
diberikan hati,akal dan jasad.
Dengan hati, manusia membentuk kemauan atau
keputusan sampai timbullah keyakinan
pada dirinya. Dan dengan hati pula manusia bebas memilih Qs.90:10. Dengan Akalnya manusia mampu membentuk pengetahuan,
dan dengan jasadnya manusia diberikan kemampuan untuk beramal Qs.9:105.
Pada
dasarnya Agama Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua predikat, yaitu
sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka
bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan.
Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri
kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar,
karena Allah Maha Besar maka manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi memiliki
tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.
Sebagai
khalifah, manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk
kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Allah untuk
manusia. Sebagai wakil Allah manusia juga diberi otoritas ketuhanan;
menyebarkan rahmat Tuhan, menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan, menegakkan
keadilan, dan bahkan diberi kekuasaan untuk menghukum mati manusia. Sebagai
hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Allah, manusia memiliki
fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di muka bumi.
Oleh karena itu, manusia dilengkapi Tuhan dengan kelengkapan psikologis yang
sangat sempurna, akal, hati, syahwat dan hawa nafsu, yang kesemuanya sangat
memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia,
disamping juga sangat potensil untuk terjerumus hingga pada posisi lebih rendah
dibanding binatang Qs.7:176, Nauzubillah…
Oleh
karna itu manusia hendaknya memahami tugasnya sebagai kholifah Allah, dan
mengetahui makna tujuan ibadah dalam memikul amanah sebagai kholifah, dan
termotivasi untuk menjadikan seluruh aspek hidupnya sebagai pengabdian kepada
Allah. Allohu A’lam..

Manusia adalah kholifah, jadi harus tangguh dalam menghadapi segala masalah...
BalasHapus