Assalamualaikum.....

kupu2

My Site

Hi Ahlan Wasahlan, You are welcome to my site.....


Rabu, 28 April 2010

Manusia Sebagai Kholifah di Muka Bumi


“ Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat (tugas-tugas keagamaan) kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (Qs. 33:72)
Dalam Ayat di atas telah jelas bahwa Manusialah yang memikul amanat sebagai kholifah  dimuka bumi yaitu menjalankan tugas-tugas keagamaan dengan menegakkan Dinulloh(Agama Allah) yang benar(Al-Haq).  Pada awalnya Allah menawarkan  tugas kholifah  yaitu amanah yang amat urgen itu kepada langit, tetapi langit menolaknya karna merasa tidak sanggup mengembannya. Kemudian di tawarkan kepada bumi, bumipun menolaknya. dan ditawarkan kepada gunung, gunungpun tidak menyanggupinya. Ketika itu hanya manusialah yang menyanggupi amanah yang Allah tawarkan, Sehingga Allah mempercayakan amanahnya kepada manusia.
Manusia sebagai makhluk yang terdiri dari rukh dan jasad yang dimuliakan Allah dengan tugas ibadah dan kedudukan sebagai kholifah dimuka bumi memiliki potensi kelebihan yang Allah berikan di bandingkan dengan makhluk lainnya, yaitu manusia diberikan hati,akal dan jasad.
 Dengan hati, manusia membentuk kemauan atau keputusan sampai  timbullah keyakinan pada dirinya. Dan dengan hati pula manusia bebas memilih Qs.90:10. Dengan  Akalnya manusia mampu membentuk pengetahuan, dan dengan jasadnya manusia diberikan kemampuan untuk beramal Qs.9:105.

Pada dasarnya Agama Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai hamba Allah (`abdullah) dan sebagai wakil Allah (khalifatullah) di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia adalah kecil dan tak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tugasnya hanya menyembah kepada-Nya dan berpasrah diri kepada-Nya. Tetapi sebagai khalifatullah, manusia diberi fungsi sangat besar, karena Allah Maha Besar maka manusia sebagai wakil-Nya di muka bumi memiliki tanggung jawab dan otoritas yang sangat besar.
Sebagai khalifah, manusia diberi tangung jawab pengelolaan alam semesta untuk kesejahteraan umat manusia, karena alam semesta memang diciptakan Allah untuk manusia. Sebagai wakil Allah manusia juga diberi otoritas ketuhanan; menyebarkan rahmat Tuhan, menegakkan kebenaran, membasmi kebatilan, menegakkan keadilan, dan bahkan diberi kekuasaan untuk menghukum mati manusia. Sebagai hamba manusia adalah kecil, tetapi sebagai khalifah Allah, manusia memiliki fungsi yang sangat besar dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan di muka bumi. Oleh karena itu, manusia dilengkapi Tuhan dengan kelengkapan psikologis yang sangat sempurna, akal, hati, syahwat dan hawa nafsu, yang kesemuanya sangat memadai bagi manusia untuk menjadi makhluk yang sangat terhormat dan mulia, disamping juga sangat potensil untuk terjerumus hingga pada posisi lebih rendah dibanding binatang Qs.7:176, Nauzubillah…
Oleh karna itu manusia hendaknya memahami tugasnya sebagai kholifah Allah, dan mengetahui makna tujuan ibadah dalam memikul amanah sebagai kholifah, dan termotivasi untuk menjadikan seluruh aspek hidupnya sebagai pengabdian kepada Allah. Allohu A’lam..

1 komentar:

  1. Manusia adalah kholifah, jadi harus tangguh dalam menghadapi segala masalah...

    BalasHapus

Komentar Yukk!!!