Perjalanan hidup, bukanlah ajang
jalan-jalan sekedar mengisi liburan, atau sekedar happy-happy jalan-jalan bersama
teman mengisi waktu luang, atau berjalan kaki melihat pemandangan indah di
pegunungan yang membutuhkan waktu dua dan tiga jam saja. namun perjalanan ini
amatlah panjang tidak hanya dua atau tiga jam for fun saja, tapi banyak lika-liku
yang harus kutempuh dan ku lewati, kadang liku itu begitu tajam, sehingga harus lebih berhati-hati.
kadang mulus tanpa hambatan, dan juga terjal hingga kadang tak sanggup ku
lewati, tapi aku harus tetap melewatinya karna aku yakin aku bisa melewatinya
dengan bantuan dari illahi Robbi, mengingat sudah ada fase perjalanan
berikutnya yang juga harus ku tempuh, karna tak mungkin aku berdiam sedang
waktu terus berjalan.
Perjalanan dan berbagai masalah
didalamnya, entah itu ujian kedewasaan atau ujian kehidupan selalu menyertai
setiap langkah ku, adakala tanpa ku sadari dalam setiap episode kehidupan yang
ku lalui, aku teramat terpaku hanya dengan masalah yang menimpa diri ini,
padahal Allah sudah menyediakan berbagai solusi untuk itu, namun karna teramat
rapuhnya diri ini, sehingga tidak terelihat pelajaran yang Allah perlihatkan,
amatlah dhoif diri ini sehingga tidak terlihat kasih saying Allah, amatlah
bodoh diri ini, sehingga tidak menyadari kekuasaan Allah, amatlah hina diri ini
sehingga tidak terlihat kebesaran Allah.
Sungguh dalam setiap langkah yang
kita lewati, tidaklah Allah sudah menetapkan kebaikan dan keburukan didalamnya,
adapun Allah sudah menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat Qs 25:2
“Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan
langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya
dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia
menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.”
Subhanallah, Sungguh amatlah
bersyukur diriku karna sesungguhnya Allah tahu kemampuan kadar diri ini, walau
kadang ujian itu amatlah berat dan melemahkanku, tapi aku harus yakin bersama
kesulitan ada kemudahan, Qs 94:5&6
“Dan karna sesungguhnya Allah
tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” Qs. 2:286
Adapun ketika ku memperoleh kebajikan
atau kesenangan dalam perjalanan hidup ku, tidaklah semua itu semata-mata karna
kekuatan ku, atau kepandaian ku, atau kualitas diri ku, karna setiap kebajikan
atau nikmat yang ku peroleh adalah dari Allah SWT. dalam Qs. 4:79 “kebajikan
apapun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah , dan keburukan apapun yang
menimpamu, itu dari kesalahan dirimu sendiri.”
Telah jelas bahwasanya rahmat Allah
selalu melimpah kepada ku dengan berbagai kebajikan dan nikmat yang
dilimpahkanNya dalam setiap langkah kehidupan ini, adapun setiap keburukan yang
menimpa diriku adalah kesalah diriku atas kealfaanku atau mungkin kelalaianku
terhadap nikmat yang Allah berikan kepadaku, karna sesungguhnya Allah tidak
pernah menzalimi makhluknya sedikitpun.
“Sesungguhnya Allah tidak
menzalimi manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menzalimi dirinya
sendiri.” Qs. 10:44

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Yukk!!!