Ukhtiku.....
Kau adalah saudariku.....
langkahmu adalah langkahku, dan langkah kita bersama, dalam misi yang satu,
kan kita tata bersama tuk jadi sebuah bangun yang indah, islam yang gemilang, generasi impian..
Aku sangat mencintaimu dalam cinta kasih kepadaNya, dalam mengemban da'wah islam bersama, dalam perjuangan penuh makna.
ketika letih menyertai mu, kan ku bantu kau tuk selalu tegar dan kan ku sokong bahumu dengan kebersamaan kita.
Dalam kebersamaan, sematkan dalam dirimu rasa saling berbagi dalam susah maupun senang, kita bangun ukhwah kebersamaan kita dengan saling nasehat menasehati kepada kebaikan dan kesabaran, kala ujian menyertai kita bersabar adalah kunci daripada kesuksesan kita dalam melewati ujian Allah, Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan
perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik
baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya
pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur,
karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik
untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia
mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR.
Muslim)
Ukhtiku,, saudariku yang ku cintai dalam kebersamaan kita, kita tidak perlu saling mengolok,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا
خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا
مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا
بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ
لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)
dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik
dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu
sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang
buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman
dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang
yang lalim.” [Q.S. Al-Hujurat (49) : 11]
Ukhtiku,, Dalam kebersamaan kita, kita tidak perlu saling mencari-cari kesalahan satu sama lain,
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ
الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ
أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا
فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
[Q.S. Al-Hujurat (49) : 12]
[Q.S. Al-Hujurat (49) : 12]
Ukhtiku,, Dalam kebersamaan kita, kita tidak perlu saling membanggakan golongan masing-masing,
مُنِيبِينَ
إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ
الْمُشْرِكِينَ. مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ
كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah
yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi
beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
pada golongan mereka.” [Q.S. Ar-Ruum (30) : 31-32]
Kita tidak tahu
siapa yang paling baik diantara kita, hanya Allah yang mengetahui (Q.S.
16:125). Apakah kita merasa bangga ketika mengatakan “Golongan kami
lebih baik dari mereka”? Ingkatkah apa yang pernah dikatakan Iblis
dengan sombongnya kepada Allah? Iblis berkata, “Aku lebih baik
daripadanya”.
قَالَ
يَآإِبْلِيسُ مَامَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ
أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ الْعَالِينَ . قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ
خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ
“Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu
sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu
menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang (yang)
lebih tinggi?’ Iblis berkata: ‘Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah’.” [Q.S. Shaad (38) : 75–76]
Karna kita adalah saudara,, bak sebuah bangun yang indah, saling menopang saling menghiasi, saling memberi warna yang anggun...
tidaklah sebuah perbedaan adalah kehancuran, namun ia adalah penguat daripada persaudaraan kita,,
dan yang membedakan kita dimata Allah hanyalah satu yaitu Taqwa kita kepadaNya yang bergolak dalam dada (QS. Al-Hujurat: 13) Dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudhari disebutkan, Hendaknya kamu
bertaqwa sebab ia adalah kumpulan segala kebaikan, dan hendaknya engkau
berjihad karena ia sikap kependetaan seorang muslim, dan hendaknya
engkau selalu berdzikir menyebut nama Allah karena dia cahaya bagimu
(HR. Ibnu Dharis dari Abu Said Al-Khudhari).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar Yukk!!!